Translate

Jumat, 24 Januari 2014

Kematian

Pagi ini sewaktu saya membuka fb saya, di beranda saya melihat sebuah posting yang bisa saya katakan sangat menginspirasi saya, agar menjadi seseorang yang lebih baik.
berikut postingnya :

saya berfikir sejenak merenungkan kalimat diatas ini :
" Saya Pasti akan mati "
" Kamu Pasti akan mati "
" Mereka Pasti akan mati "
" Semua yang hidup pasti akan mati "
" Entah kapan kematian itu menjemput, ia pasti datang, ia bisa datang kapan saja "
" Bisa saat ini, Bisa malam nanti, atau bahkan beberapa detik setelah saya menyelesaikan tulisan saya ini "
" Maka dari itu buatlah dihari- hari terakhir mereka menjadi suatu hal yang paling indah untuk mereka, dengan cara : maafkanlah mereka yang pernah menyakiti mu, berikanlah kepedulian dan perhatian kepada mereka, berikanlah kasih sayang, pengertian, dan segalanya yang terbaik dihari -hari mereka"
" dan untuk saya sendiri, jika ini adalah saat - saat terakhir saya, saya akan belajar memaafkan segalanya. saya akan usahakan segalanya menjadi yang terbaik, di setiap apapun yang saya kerjakan, saya akan lakukan dengan maksimal, karna ini adalah hari terakhir saya. saya akan berikan kasih sayang kepada mereka.entah saya atau kamu atau mereka yang akan lebih dulu dijemput kematian, karena saya tidak pernah tahu kapan hal itu datang, maka di setiap saat saya akan lakukan yang terbaik. karna jika kematian itu datang kepada saya terlebih dahulu maka saya akan merasa senang karena saya telah memberikan hal yang terbaik, tetapi apabila kematian itu datang menghampiri mereka terlebih dahulu maka setidaknya saya telah memberikan hdiah spesial untuk mereka.
"kebaikan, cinta, kasih sayang, pemaafan, kepedulian adalah hadiah spesial yang mungkin kita dapatkan atau kita berikan di setiap saat, termasuk hadiah spesial yang saya dapatkan dan saya berikan  di saat-saat terakhir saya."

semoga kita semua berbahagia
semoga semua makhluk berbahagia. :-)

Penting???

Saya sudah agak lupa kapan tepatnya kejadiaan ini berlangsung.
Mungkin saat saya masih duduk di bangku  smp, ya sekitar itulah seingat saya.
Saya mengamati apa yang terjadi disekeliling saya, saya melihat sesuatu dari sana.
Dan saya melihat sesuatu yang menurut saya monoton. Ya, alur hidup manusia.
Saya melihat dan berfikir, kita lahir sebagai seorang bayi, tumbuh menjadi seorang anak-anak, kemudian menjadi dewasa, tua dan akhirnya mati.
Dan saya mulai berfikir, aku sudah melewati sd,sekarang aku smp, ntar lagi lulus sma, trus habis sma kuliah, habis itu cari kerja, berkeluarga, punya anak, tua, mati, kemudian anak ku juga sama seperti aku.ya hanya berputar-putar saja disitu.
Munculah pertanyaan difikiran saya, apa manusia hidup hanya untuk begitu?? Lahir,menyelesaikan pendidikan,kerja,berkeluarga,tua, dan akhirnya menjadi tiada???apa hanya itu siklusnya??
Pada saat itu saya belum dapat menjawab pertanyaan saya sendiri, kemudian saya bertanya pada kaka laki-laki saya, dan ia berkata :
“ Memang siklusnya begitu, tapi yang terpenting dalam hidup itu adalah, bagaimana cara kamu mengisi hidup mu. Apa saja yang kamu perbuat dalam hidup mu selama kamu hidup, itu yang penting, makanya kalau mau hidup mu itu bahagia, lakukan sesuatu yang bermakna. Jangan main terus kamu.”
Saya hanya diam dan mencoba berfikir.
Seiring berjalannya waktu, saya mendapat banyak sekali pengalaman dan dari pengalaman itulah saya mulai dapat sedikit demi sedikit mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya.
Papa saya juga selalu berkata, setiap kali saya mengeluh terhadap sesuatu hal yang tidak dapat saya kerjakan dengan baik.
“ Setiap manusia memiliki waktu yang sama, mempunyai kesempatan yang sama, dan kemampuan yang sama, seseorang mempunyai bakat tertentu karena mereka berlatih dengan keras, berusaha dengan maksimal, dan mau tekun mencoba kembali ketika mereka gagal dalam usahanya . Semua itu bergantung dari bagaimana kamu mengolah waktu mu sendiri.”
Ya, papa saya selalu berkata begitu dengan saya.( ketika saya sma)
Saya mulai berfikir, saya rasa apa yang papa saya ucapkan itu benar.
Einstein lahir, dan ketika masih bayi apakah ia lahir langsung sepintar itu tanpa belajar, berlatih,membaca buku, dan mencoba berbagai macam penelitiaannya?
Apakah sesorang yang pandainya minta ampun, lahir langsung pintar begitu tanpa ada sesuatu penunjang atau pendukung(latihan, belajar,praktek,mencoba,dsb)?
Saya rasa tidak demikian , karena semuanya butuh proses.
Itulah yang menjadi salah satu semangat saya, ketika disekolah saya mendapat nilai yang kurang baik, saya terkadang merasa bodoh diantara semuanya, namun saya selalu melatih diri saya untuk berfikir lebih dalam dan menerima keadaan.dan tidak menyalahkan orang lain.
 Saya akan melakukan perenungan einstein setelah itu mulai berlatih dan belajar kembali.
Well, kembali ke topik.
Seiring berjalannya waktu saya dapat jawabanya.
Siklus hidup memang seperti ini, seperti bunga layu,gugur,tunas,berseri,patah, tumbuh, hilang,dan berganti.
Lahir, bayi,sd,smp,sma,kuliah,kerja,berkeluarga,punya anak,tua,sakit,mati.
Tapi yang membedakan kualitas hidup seseorang adalah apa yang sudah ia lakukan,ia kerjakan.
Dengan apa mereka mengisi kehidupan mereka, dan bagaimana sudut pandang mereka melihat sisi kehidupan mereka, baik,buruk,positif atau negatif?? Bahagia atau tidak???itu semua masing-masing pribadi yang dapat menjawabnya.
Saya punya ilustrasi.
Jika anda ditawari 2 buah rumah dan anda harus memilih salah satunya.
Rumah yang super mewah, lengkap dengan fasilitasnya atau rumah gubuk yang sederhana.
Mungkin banyak dari kita akan memilih rumah yang pertama. Tapi tunggu dulu. Rumah hanyalah wujud fisiknya, jangan lihat rumahnya, tapi lihat isi penghuninya.
Mungkin rumah itu mewah, megah,mahal, berfasilitas lengkap, rumah dambaan siapapun, tapi penghuninya, selalu bertengkar, tidak ada kehangatan antar keluarga,tidak ada kerukukan, tidak ada kasih sayang, semua keluarganya hidup secara personal. Apa anda mau seperti itu?
Sedangkan di dalam rumah yang sederhana, di dalamnya dihuni oleh orang –orang yang penuh dengan cinta kasih dan kasih sayang, saling peduli, hidup secara sosial, saling membantu. Dan penuh dengan kehangatan. Inilah rumah yang hidup.tidak seperti rumah yang pertama, rumah megah, tapi rumah itu mati.
Ilustrasi tadi sama halnya kita dan hidup kita.
Kita punya segalanya, wajah tampan, hidup sejahterah, pandai, tapi sudahkah kita mengisi hidup kita dengan makna ?
Jangan mengisi hidup anda dengan permusuhan,pertengkarang, saling menjatuhkan satu sama lain, jangan senang menciptakan permusuhan, jangan isi dengan keputus asaan.
kita hidup sederhana, wajah cukup tampan, hidup penuh syukur, cukup pandai, tapi kita gunakan waktu dan tenaga kita untuk menolong, dan peduli dengan sesama. Saya rasa itu jauh lebih bermakna.
Isilah hidup anda dengan suka cita, ciptakan pertemanan, kembangkan rasa peduli terhadap sesama, tebarkan cinta kasih dan kasih sayang kepada semua makhluk.
Jangan melakukan sesuatu yang apabila itu terjadi dengan kita, kita juga tidak mau menerimanya.

Sebenarnya tulisan saya masih sangat panjang bila ingin saya lanjutkan, mungkin bisa sampai jadi buku,hahahahaha. Tapi saya rasa itu saja yang ingin saya bagikan dengan anda.
Terimakasih telah mau meluangkan waktu anda untuk membaca tulisan saya, yang mungkin masih banyak kekurangannya.
Semoga kita semua berbahagia
Semoga semua makhluk berbahagia.
J