suatu ketika di sebuah rumah cetya, ada 3 orang pemuda sebut saja a,b dan c 3 orang pemuda ini ketika memasuki cetya tersebut melihat sebuah rupang/pratima.
kemudian si a berkata :" itu rupang bodhisatva ksitigarba.saya tahu itu"
si b hanya diam melihat si a,kemudian
si c berkata :" bukan,sok tau kamu, itu rupangnya ti chang wang phu sa, saya tahu itu"
si b tetap diam tidak bergeming.dan hanya menatap 2 sahabatnya yang mulai berdebat karna menganggap bahwa diri merekalah yang benar.
si a berkata :" kamu itu dikasih tau kok ngeyel... itu rupangnya ksitigarba tau..aku tahu itu, AKU-lah yang BENAR".
si c berkata :"bukan aku yang ngeyel, kamu yang salah, yang benar itu rupangnya ti chang wang phu sa, aku tahu itu,dan AKU- lah yang BENAR,kau yang SALAH.
kemudia si c berkata :
hei b kenapa kamu daritadi diam saja???,menurut mu siapa diantara kami yang benar menyebutkan nama dari rupang itu??
si a atau aku??
bodhisatva ksitigarba atau ti chang wang phu sa???".
dengan tersenyum damai si b hanya berkata :" sahabat ku, diantara kalian tidak ada yang salah, kalian berdua benar.
hanya saja cara dan bahasa yang kalian pergunakan untuk menyebutnya yang berbeda,
sahabatku a kau mengucapkannya dalam bahasa sansekerta yaitu bodhisatva ksitigarba,sedangkan kau sahabat c kau mengucapkannya dalam bahasa mandarin, tapi pada intinya kalian menyebut satu hal yang sama.kalian sama-sama benar dan tidak ada yang salah sahabat ku".
*~*~*~ melihat dari cerita diatas ,bukankah tidak jarang kita seperti itu terhadap suatu filosofi atau ajaran,
"aku tahu itu,dan AKU- lah yang BENAR,kau yang SALAH."
dan pada kenyataannya, kita sama-sama benar hanya saja kita selalu saling menyalahkan menganggap diri sendirilah yang BENAR dan yang lainnya SALAH,
mengapa demikian???
karna pengetahuan yang kita tahu hanya sebatas apa yang pernah kita lihat,kita dengar dan kita alami.toh kenyataanya, dunia itu luas pengetahuan itu banyak ada dimana-mana,cara pandang orang berbeda-beda,namun intinya sama.
bukankah kita lebih baik menjadi orang yang selalu ingin belajar,jadi kita tidak pernah menyalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri.
bukankah seperti itu lebih baik adanya.
banyak sekali perpecahan yang saya lihat yang pada mulanya satu.menjadi sangat banyak,hanya karna mempertahankan pendapat masing2, padahal semua itu sama.
tujuan yang sama.hanya saja caranya yang berbeda,bahasanya yang berbeda.seharusnya kita dapat menghormati pendapat orang lain.
kalaupun pendapat itu salah, bukan untuk diperdebatkan namun dicari solusinya.
untuk apa memperdebatkan sesuatu yang sebenarnya sama??.
kita sama-sama masih dalam proses belajar tidak ada salahnya kita membuka telinga kita mendengarkan pendapat dan pengalaman orang lain,kita(termasuk saya sendiri) masih bodoh, jadi masih perlu belajar,ingat dunia ini luas, alam itu luas, ilmu,pengetahuan,luas dan sangat banyak.jadi belajarlah untuk tidak terlalu cepat beranggapan "aku tahu itu,dan AKU- lah yang BENAR,kau yang SALAH."
semoga semua makhluk berbahagia.
sadhu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar