Translate

Senin, 17 Februari 2014

kisah petani kebijaksanaan.

hari ini saya belajar sesuatu dari apa yang saya lihat hari ini, namun kali ini saya ingin membuat suatu ilustrasi untuk menyampaikannya pada anda.
dikisahkan,di sebuah desa, hiduplah 2 (si a dan si b) orang pemuda yang hidup bersebelahan, pemuda ini hidup dalam keadaan yang susah.
di depan rumah kecil mereka terdapat lahan yang cukup luas dan subur untuk ditanami tanaman.
suatu hari datang seorang pengusaha sukses dari kota untuk melihat proyek perusahaannya di desa tersebut. tanpa sengaja pengusaha sukses ini melihat rumah mereka dan merasa kasihan serta ingin mencoba membantu mereka.
keesokan harinya,
pengusaha sukses ini datang ke rumah mereka masing-masing.
di rumah si a pengusaha ini memberikan sekeranjang penuh beraneka macam bibit tanaman, ada pohon mangga,durian, jambu,manggis, buah naga, dan lainnya.
tidak hanya bibit buah-buahan pengusaha ini juga memberikan beraneka ragam bibit sayuran dan bunga-bungaan.
melihat kebaikan si pengusaha, si a menerima dengan senang hati.dan sangat berterimakasih.
kemudian si pengusaha berkata :
"lakukan sebaik mungkin apa yang bisa dan yang kau mampu lakukan,kelak dengan kecerdasa,keuletan,dan kesabaranmu kau bisa menjadi seperti ku"
si a dengan senang hati menerima wejangan sang pengusaha.

kemudian pengusaha sukses beranjak ke rumah si b.
dan memberikan sekeranjang penuh aneka bibit yang sama dengan apa yang diberikan oleh si a.
dan dengan terheran-heran, si b berkata: " pak,untuk apa bapak memberikan saya bibit-bibit ini pak?".
pengusaha sukses :"kau tidak mau menerima ini? saya ingin membantu anda"
si b :  "pak, jika bapak ingin membantu saya, jangan memberikan bibit2 ini pak"
pengusaha :" jadi,bagaimana agar saya dapat membantu anda?".
si b : " jika bapak ingin membantu saya, bapak dapat memberikan sejumlah uang pada saya"
pengusaha :" oh begitu..,"
kemudian si pengusaha memberikan sejumlah uang pada pemuda b.

3 tahun telah berlalu.
saat sang pengusaha datang kembali ke desa itu, ia bertemu kembali dengan 2 pemuda tersebut.
si a kini telah menjadi seorang pengusaha, ia mempunyai toko bunga di kota, menjadi supplier buah dan sayur untuk supermarket besar di kota,dan bahkan ia mempunyai supermarketnya sendiri.
si a: " pak terimakasi banyak atas segala kebaikan bapak, jika pada saat itu yang bapak berikan pada saya adalah uang, mungkin saya tidak akan pernah belajar, kesabaran,keuletan,perjuangan, dan rasa bangga terhadap pencapaian atas usaha saya pak....sekarang saya mengerti maksud bapak."
sang pengusaha hanya tersenyum.

kemudian sang pengusaha beranjak untuk menemui pemuda b.
setelah bertemu, sang pengusaha bertanya :" hai pemuda, bagaimana hidup mu selama 3 tahun ini ,apakah sejumlah uang yang saya berikan benar-benar dapat membantu mu??
si b : " tidak pak, saya semakin terpuruk dengan uang itu, saya berfoya-foya menghamburkan uang pemberian bapak demi kesenangan sementara semata,jika saja saya menerima bibit2 pemberian bapak waktu itu, mungkin saya akan menjadi sukses seperti si a.
sang pengusaha dengan tenang, mengeluarkan beberapa bibit buah-buahan dari saku jasnya, dan memberikannya kepada si b."
sambil berkata :" ketahuilah nak, bukan saat kau memutuskan untuk memilih antara bibit atau uang. kau tidak salah.
saat kau memilih uang, kau masih tidak salah.
si b :" lalu apa yang salah pak?."
pengusaha : yang salah adalah pilihan mu saat mempergunakan uang itu. kau tidak menggunakan uang itu secara bijak, apapun yang kau punya materi, ilmu, kekayaan, atau bahkan bibit sekalipun, jika kau gunakan secara bijak,maka itu akan dapat mendatangkan kebaikan terhadap mu.
jangan menyalahkan sesuatu yang berada diluar diri. itu tidak akan membantu, lebih baik kau introspeksi diri dan rubahlah cara pandang mu.
sekarang ambilah bibit ini dan belajarlah menanam kesuksesan,pupuklah dengan kesabaran,keuletan,kebijaksanaan.
ketahuilah nak, 10 tahun yang lalu saya hanya seorang petani sayur kecil yang hidup serba kekurangan. namun setiap hari, setiap saya menanam, saya selalu memperhatikan apa yang saya tanam, buah yang segar dan manis, semuanya berawal dari sesuatu yang kecil, yaitu bibit.namun dengan kesabaran dan keuletan yang saya pupuk setiap hari. ia menjadi buah-buahan yang manis. dan bibit kecil itulah yang mengajarkan dan mengantarkan saya menjadi sukses."

mendengar hal itu si b hanya tertegun.
si pengusaha pun melanjutkan perkataannya :" belajarlah dari sekeliling mu, dan dari apa yang sedang kau kerjakan, pikirkanlah secara bijak nak."
 dan pengusaha itu pun beranjak pergi.

~*~*~*~*~ teman saya harap apa yang saya ilustrasikan dapat anda pahami~*~*~*~*~
belajarlah dari lingkungan, dari sekeliling kita, belajarlah dengan bijak, jika itu sesuatu yang baik, ambil dan pelajari, tapi jika itu bukanlah sesuatu yang baik, tinggalkan.
semua itu perlu proses..pupuk lah sesuatu yang baik mulai saat ini, dan petiklah manisnya buah dari kebaikan yang kita tanam dikemudian hari....

(terimakasih untuk orang-orang yang telah menginspirasi saya untuk membuat tulisan dan ilustrasi ini, bapak dan ibu penjual gorengan di dekat rumah saya,yang meskipun hidupnya sederhana tapi sangat piawai memanfaatkan pohon sukun yang ada di depan rumahnya)

terimaksih untuk anda yang telah meluangkan waktu anda untuk membaca tulisan saya ini.

semoga kita semua berbahagia.

semoga semua makhluk berbahagia.

:-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar